Dzikir Doa Setelah Sesudah Sholat Fardhu Wajib 5 Waktu Yang Pendek - Sudah menjadi budaya di kalangan para ulama terdahulu bahwa apabila sehabis sholat wajib 5 waktu di lanjut dengan dzikir bersama yang eksklusif di pimpin oleh imam dengan bunyi sedikit keras dan makmum mengikutnya. yang kemudian sehabis berdzikir di lanjut lagi dengan doa yang di amini oleh makmum. Amaliah ini selalu di lakukan setelah sehabis sholat fardhu baik itu subuh, dzhuhur, ashar, maghrib dan isya.
Pekerjaan menyerupai ini di lakukan, tentunya bukanlah tanpa alasan yang merujuk pada hadits dan keterangan-keterangan lainnya, alasannya ialah seorang ulama masyhur tidak akan melaksanakan suatu ibadah tanpa di landasi dengan keterangan yang sumbernya sanggup di pertanggung jawabkan. Namun ternyata dalam hal ini tidak semua beropini sama, bahkan ada sebagian golongan yang menyatakan bid'ah apabila setelah sholat di lakukan dzikir dan doa bersama atau dengan mengeraskan suara.
Coba kita lihat salah satu hadits riwayat imam muslim yang mempunyai makna bahwa "tidaklah berkumpul suatu kaum sambil berdzikir kecuali para malaikat mengelilingi mereka dan rahmat menyelimutinya" Dan pernyataan ini terdapat dalam hadits shahih. Lalu bagai mana caranya sanggup menyebut bid'ah amalan ini apalagi hingga menghukumi dhalalah, apa mungkin yang di maksud mereka itu ketika memcaca doa setelah sholat dhuha atau sholat sunnah lainnya yang di kerjakan sendiri, entahlah itu tujuannya apa.

Memang tidak di pungkiri ada di antaranya hadits yang terlihat dari maksudnya seakan bertolak belaka yang di riwayatkan oleh imam bukhari yang maksudnya yaitu "Ringankanlan atas diri kalian (maksudnya jangan terlalu mengeraskan suara)karena kalian tidak sedang berdoa kepada Dzat yang tidak mendengar dan tidak kepada yang ghaib, akan tetapi kalian berdoa kepada Dzat Yang Maha Mendengar dan Melihat”
Namun di samping itu juga ada lagi hadits yang menyatakan bahwa mengeraskan bunyi dikala melaksanakan dzikir sehabis setiap sholat sudah berada semenjak zaman nabi, sebagai mana bunyi arti haditsnya yaitu Dari Ibnu Abbas ra ia berkata: ‘Bahwa mengerasakan bunyi dalam berdzikir ketika orang-orang selesai shalat maktubah itu sudah ada pada masa Nabi saw” (H.R. Bukhari-Muslim). Lalu bagai mana menyikapi beberapa hadits yang seakan terlihat kontradiktif menyerupai ini.
Pekerjaan menyerupai ini di lakukan, tentunya bukanlah tanpa alasan yang merujuk pada hadits dan keterangan-keterangan lainnya, alasannya ialah seorang ulama masyhur tidak akan melaksanakan suatu ibadah tanpa di landasi dengan keterangan yang sumbernya sanggup di pertanggung jawabkan. Namun ternyata dalam hal ini tidak semua beropini sama, bahkan ada sebagian golongan yang menyatakan bid'ah apabila setelah sholat di lakukan dzikir dan doa bersama atau dengan mengeraskan suara.
Coba kita lihat salah satu hadits riwayat imam muslim yang mempunyai makna bahwa "tidaklah berkumpul suatu kaum sambil berdzikir kecuali para malaikat mengelilingi mereka dan rahmat menyelimutinya" Dan pernyataan ini terdapat dalam hadits shahih. Lalu bagai mana caranya sanggup menyebut bid'ah amalan ini apalagi hingga menghukumi dhalalah, apa mungkin yang di maksud mereka itu ketika memcaca doa setelah sholat dhuha atau sholat sunnah lainnya yang di kerjakan sendiri, entahlah itu tujuannya apa.

Memang tidak di pungkiri ada di antaranya hadits yang terlihat dari maksudnya seakan bertolak belaka yang di riwayatkan oleh imam bukhari yang maksudnya yaitu "Ringankanlan atas diri kalian (maksudnya jangan terlalu mengeraskan suara)karena kalian tidak sedang berdoa kepada Dzat yang tidak mendengar dan tidak kepada yang ghaib, akan tetapi kalian berdoa kepada Dzat Yang Maha Mendengar dan Melihat”
Namun di samping itu juga ada lagi hadits yang menyatakan bahwa mengeraskan bunyi dikala melaksanakan dzikir sehabis setiap sholat sudah berada semenjak zaman nabi, sebagai mana bunyi arti haditsnya yaitu Dari Ibnu Abbas ra ia berkata: ‘Bahwa mengerasakan bunyi dalam berdzikir ketika orang-orang selesai shalat maktubah itu sudah ada pada masa Nabi saw” (H.R. Bukhari-Muslim). Lalu bagai mana menyikapi beberapa hadits yang seakan terlihat kontradiktif menyerupai ini.
Hadits di atas sanggup kita pahami, dan menyatakan bahwa mengeraskan atau meringankan bunyi dalam berdzikir sehabis sholat wajib 5 waktu bukanlah amaliah bid'ah alasannya ialah keduanya mempunyai landasan yang bersumber dari hadits shahih. Bahkan imam nawawi dalam kitabnya Ruh al-Bayan menyebutkan bahwa berdzikir dengan bunyi pelan lebih utama apabila takut ada sifat riya serta sanggup menganggu pada orang yang sedang sholat. Dan mengeraskan bunyi juga lebih utama apabila kedua kondisi yang tadi tidak ada bahkan mengeraskan bunyi lebih banyak faidahnya.
kemudian mengenai aturan berdoa secara bersama yang di pimpin oleh imam dan di amini makmum, terang amaliah ini merupakan sunnah yang mempunyai dasar hadits, menyerupai sanggup di lihat dari salah satu yang di riwayatkan oleh imam al-Thabarani yang maksud dari artinya sebagai berikut "Tidaklah berkumpul suatu kaum muslim yang sebagian mereka berdoa, dan sebagian lainnya mengamininya, kecuali Allah mengabulkan doa mereka. Maka dari itu sebaiknya apabila sholat berjamaah, maka berdoalah secara bersamaan yang di pimpin imam dan di amini makmum.
D'oa Setelah Sholat 5 Waktu Lengkap Arab Dan Latin
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرِّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM. ALHAMDU LILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN. HAMDAY YU-WAAFII NI'AMAHUU WA YUKAAFI'U MAZIIDAH. YAA RABBANAA LAKALHAMDU WA LAKASY SYUKRU KA-MAA YAMBAGHIILIJALAALIWAJHIKA WA 'AZHIIMISUL-THAANIK.
Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmatNya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segalah syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.
اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ.
ALLAAHUMMA SHALLIWASALLIM 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. SHALA ATAN TUN AJIHNAA BÍHAA MINJAMII'IL AHWAALI WAL AAFAAT. WA TAQDHII LANAA BIHAA JAMII'AL HAAJAAT. WA TUTHAHHIRUNAA BIHAA MIN JAMII'IS SAYYI'AAT. W ATARFA ' UN A A BIHAA 'INDAKA ' A'LADDARAJAAT. WA TUBALLIGHUNAA BIHAA AQSHAL GHAAYAATI MIN JAMII'IL KHAIRAATIFIL HAYAATIWA BA'DAL MAMAAT. INNAHU SAMII'UN QARIIBUM MUJIIBUD DA'AWAAT WAYAA QAADHIYAL HAAJAAT.
Artinya : Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada junjunan kami, Nabi Muhammad dan keluarganya, yaitu rahmat yang sanggup menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan penyakit, yang sanggup memenuhi segala kebutuhan kami, yang sanggup mensucikan diri kami dari segala keburukan, yang sanggup mengangkat derajat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu, dan sanggup memberikan kami kepada tujuan maksimal dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sehabis mati. Sesunggunya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Dekat, lagi Maha Memperkenankan segala doa dan permohonan. Wahai Dzat yang Maha Memenuhi segala kebutuhan Hamba-Nya.
اَللهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَتَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَيُسْتَجَابُ لَهَا.
ALLAAHUMMAINNAA NA'UUDZU BIKA MIN 'ILMIN LAA YANFA' W AMIN QALBIN LAA YAKHSYA' W AMIN NAFSIN LAA TASYBA' WAMIN DA'WATIN LAA YUSTAJAABU LAHAA.
Artinya : Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu', dari jiwa yang tidak kenal puas, dan dari doa yanag tak terkabul.
رَبَّنَااغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِمَنْ اَحَبَّ وَاَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعِيْنَ
RABBANAGH FIRLANAA DZUNUUBANAA WA LIWAA-LIDIINAA WALIMASYAAYIKHINAA WA LIMU'ALLI-MIENAA WA LIMAN LAHUU H AQQUN' ALAIN AA WA LIM AN AHABBA WA AHSANA ILAINAA WA LIKAAFFATIL MUS LIMUN A AJMA'IIN.
Artinya : Wahai Tuhan Kami, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orang renta kami, para sesepuh kami, para guru kami, orang-orang yang mempunyai hak atas kami, orang-orang yang cinta dan berbuat baik kepada kami, dan seluruh umat islam.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
RABBANAA TAQABBAL MINNAA INNAKA ANTAS SAMII'UL 'ALIIM, WA TUB 'ALAINAA INNAKA ANTAT TA WWA ABUR RAHIIM.
Artinya : Wahai Tuhan kami, perkenankanlah (permohonan) dari kami, bergotong-royong Engkau Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, bergotong-royong Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang.
رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
RABBANAA AATINAA FIDDUNNYAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WAQINAA ‘ADZAA BAN NAAR.
Artinya : Ya alloh yang kuasa kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.
وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
WASHALLALLAAHU 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMA-DIN WA'ALAA AALIHIWA SHAHBIHIIWA SALLAM, WAL HAMDU LILLAAHIRABBIL 'AALAMIIN.
Artinya : Semoga Allah memperlihatkan rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam
Mohon maaf, pembahasan yang berkaitan dengan doa sehabis sholat di atas, tidaklah bermaksud untuk menasehati, tetapi sedikitnya sanggup menjadi suatu pengetahuan bahwa acara ini sangat baik dan harus di jaga. Jika seandainya belum merasa puas di karenakan pembahasan yang terlalu pendek, maka silahkan cari lagi isu yang eksklusif berafiliasi dengan dzikir doa setelah sehabis sholat fardhu wajib 5 waktu yang pendek nahdlatul ulama berjamaah mp3 tahajud dhuha dan lain sebagainya
kemudian mengenai aturan berdoa secara bersama yang di pimpin oleh imam dan di amini makmum, terang amaliah ini merupakan sunnah yang mempunyai dasar hadits, menyerupai sanggup di lihat dari salah satu yang di riwayatkan oleh imam al-Thabarani yang maksud dari artinya sebagai berikut "Tidaklah berkumpul suatu kaum muslim yang sebagian mereka berdoa, dan sebagian lainnya mengamininya, kecuali Allah mengabulkan doa mereka. Maka dari itu sebaiknya apabila sholat berjamaah, maka berdoalah secara bersamaan yang di pimpin imam dan di amini makmum.
D'oa Setelah Sholat 5 Waktu Lengkap Arab Dan Latin
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرِّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM. ALHAMDU LILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN. HAMDAY YU-WAAFII NI'AMAHUU WA YUKAAFI'U MAZIIDAH. YAA RABBANAA LAKALHAMDU WA LAKASY SYUKRU KA-MAA YAMBAGHIILIJALAALIWAJHIKA WA 'AZHIIMISUL-THAANIK.
Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmatNya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segalah syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.
اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ.
ALLAAHUMMA SHALLIWASALLIM 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. SHALA ATAN TUN AJIHNAA BÍHAA MINJAMII'IL AHWAALI WAL AAFAAT. WA TAQDHII LANAA BIHAA JAMII'AL HAAJAAT. WA TUTHAHHIRUNAA BIHAA MIN JAMII'IS SAYYI'AAT. W ATARFA ' UN A A BIHAA 'INDAKA ' A'LADDARAJAAT. WA TUBALLIGHUNAA BIHAA AQSHAL GHAAYAATI MIN JAMII'IL KHAIRAATIFIL HAYAATIWA BA'DAL MAMAAT. INNAHU SAMII'UN QARIIBUM MUJIIBUD DA'AWAAT WAYAA QAADHIYAL HAAJAAT.
Artinya : Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada junjunan kami, Nabi Muhammad dan keluarganya, yaitu rahmat yang sanggup menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan penyakit, yang sanggup memenuhi segala kebutuhan kami, yang sanggup mensucikan diri kami dari segala keburukan, yang sanggup mengangkat derajat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu, dan sanggup memberikan kami kepada tujuan maksimal dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sehabis mati. Sesunggunya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Dekat, lagi Maha Memperkenankan segala doa dan permohonan. Wahai Dzat yang Maha Memenuhi segala kebutuhan Hamba-Nya.
اَللهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَتَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَيُسْتَجَابُ لَهَا.
ALLAAHUMMAINNAA NA'UUDZU BIKA MIN 'ILMIN LAA YANFA' W AMIN QALBIN LAA YAKHSYA' W AMIN NAFSIN LAA TASYBA' WAMIN DA'WATIN LAA YUSTAJAABU LAHAA.
Artinya : Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu', dari jiwa yang tidak kenal puas, dan dari doa yanag tak terkabul.
رَبَّنَااغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِمَنْ اَحَبَّ وَاَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعِيْنَ
RABBANAGH FIRLANAA DZUNUUBANAA WA LIWAA-LIDIINAA WALIMASYAAYIKHINAA WA LIMU'ALLI-MIENAA WA LIMAN LAHUU H AQQUN' ALAIN AA WA LIM AN AHABBA WA AHSANA ILAINAA WA LIKAAFFATIL MUS LIMUN A AJMA'IIN.
Artinya : Wahai Tuhan Kami, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orang renta kami, para sesepuh kami, para guru kami, orang-orang yang mempunyai hak atas kami, orang-orang yang cinta dan berbuat baik kepada kami, dan seluruh umat islam.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
RABBANAA TAQABBAL MINNAA INNAKA ANTAS SAMII'UL 'ALIIM, WA TUB 'ALAINAA INNAKA ANTAT TA WWA ABUR RAHIIM.
Artinya : Wahai Tuhan kami, perkenankanlah (permohonan) dari kami, bergotong-royong Engkau Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, bergotong-royong Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang.
رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
RABBANAA AATINAA FIDDUNNYAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WAQINAA ‘ADZAA BAN NAAR.
Artinya : Ya alloh yang kuasa kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.
وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
WASHALLALLAAHU 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMA-DIN WA'ALAA AALIHIWA SHAHBIHIIWA SALLAM, WAL HAMDU LILLAAHIRABBIL 'AALAMIIN.
Artinya : Semoga Allah memperlihatkan rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam
Mohon maaf, pembahasan yang berkaitan dengan doa sehabis sholat di atas, tidaklah bermaksud untuk menasehati, tetapi sedikitnya sanggup menjadi suatu pengetahuan bahwa acara ini sangat baik dan harus di jaga. Jika seandainya belum merasa puas di karenakan pembahasan yang terlalu pendek, maka silahkan cari lagi isu yang eksklusif berafiliasi dengan dzikir doa setelah sehabis sholat fardhu wajib 5 waktu yang pendek nahdlatul ulama berjamaah mp3 tahajud dhuha dan lain sebagainya
Buat lebih berguna, kongsi: