
Terdzalimi via privatebundas.blogspot.com
Inilah doa orang teraniaya dalam al-qur'an. Doa orang teraniaya memang gampang diijabah oleh Allah, oleh lantaran itu mari kita simak bersama dalam artikel ini.
Doa Orang Teraniaya tentunya hal tersebut harus dihindari lantaran dalam Islam, doa bagi orang yang teraniaya atau terzalimi ialah salah satu doa yang dijabah oleh Allah SWT. Memang ada hadis dan ayat yang secara tersirat memperlihatkan bila doa orang teraniaya bersama-sama lebih manjur terkabulkan dibandingkan doa orang biasa.
Manusia ialah makhluk yang penuh perasaan, ada yang mempunyai hati yang baik ada juga yang buruk. Allah SWT telah menuliskan perjalanan hidup manusia. Jika ada sesuatu yang kita inginkan tapi belum juga mendapatkannya, maka teruslah berusaha. Berikut ialah doa orang teraniaya dalam al-qur'an.

Doa teraniaya via plus.google.com
Bacaan Doa Orang Teraniaya Dalam Al Qur’an dan Dalilnya
Aniaya atau dalam agama Islam biasa disebut dengan “zalim” yang bermakna “celaka” ialah suatu perbuatan yang tidak terpuji dan sangat dimurkai Allah SWT. Perbuatan zalim secara istilah sanggup diartikan sebagai berbuat caniaya atau mencelakakan orang lain dengan maksud dan cara yang keluar dari pedoman syariat Islam.Zalim sanggup juga didefinisikan sebagai perbuatan terlarang yang tidak sesuai dengan tempatnya. Jadi, zalim atau “menzalimi” baik orang lain maupun diri sendiri dengan tujuan apapun, tidak dibenarkan dalam Islam.
Berbagai macam perbuatan yang sanggup dikategorikan dalam tindakan zalim akan sangat banyak bila diuraikan. Namun, sebagian sanggup dicontohkan menyerupai memelihara penyakit hati, membicarakan saudara, mengumbar malu tetangga, dan sebagainya.
Pengertian Zalim
Zalim atau aniaya, bagaimanapun bentuk dan tujuannya sangat dihentikan oleh Allah SWT. Bahkan Allah menempatkan perbuatan tersebut (zalim) ke dalam dosa besar yang akan menerima jawaban pedih di kekalnya akhirat. Hal tersebut tercantum dalam firman Allah SWT yang berbunyi, إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Beberapa tindakan zalim baik itu kepada diri sendiri atau orang lain tetap tidak dibenarkan oleh Islam. Contoh tindakan yang sanggup dikategorikan sebagai perbuatan zalim diantaranya ialah sebagai berikut:
- Seorang Ayah yang menafkahi keluarganya dengan uang haram (uang yang didapat dari menipu, korupsi, dan mencuri).
- Seorang Ibu yang lalai akan kewajibannya dan membiarkan anak serta suaminya tanpa kasih sayang dan perhatian.
- Seseorang yang suka membicarakan keburukan tetangganya.
- Seseorang yang suka mengumbar malu keluarga maupun kerabatnya.
- Fitnah, mengadu domba, sombong, berbohong, dan sebagainya.
Perbuatan-perbuatan tersebut akan sangat merugikan kita diakhirat bila dilakukan. Allah SWT senantiasa mengingatkan pada firmanNya yang berbunyi, “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, pasti ia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, pasti ia akan melihat (balasan)nya pula”. (QS. Al Zaljalah: 7-8)
Dari beberapa ayat yang dipaparkan tersebut sangat terperinci bahwa agama kita mengajarkan untuk menghindari segala perbuatan keji yang sanggup mendatangkan siksa bagi kita di darul abadi nantinya. Bahkan Allah SWT menjanjikan bahwa sekecil apapun hal yang dilakukan umat insan di bumi pasti akan menerima jawaban yang setimpal.
Oleh lantaran itu, sebagai umat muslim hendaklah semakin bertaqwa serta menjauhkan diri dari perbuatan yang demikian untuk mencapai keridhoan-Nya.

Orang terzalimi via feedyeti.com
Larangan Berbuat Zalim
Allah SWT telah menuliskan dengan sangat terperinci pada firman-Nya semoga sebagai umat yang beriman tidak pernah melaksanakan perbuatan yang dihentikan oleh-Nya serta mematuhi segala perintah-Nya. Allah selalu melihat dan mengawasi semua yang dilakukan insan termasuk zalim sekecil apapun perbuatan tersebut. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Surat Ibrahim ayat 42-45 yang berbunyi, وَلاَ تَحْسَبَنَّ اللّهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأَبْصَارُ مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لاَ يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءوَأَنذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُواْ رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ أَوَلَمْ تَكُونُواْ أَقْسَمْتُم مِّن قَبْلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٍوَسَكَنتُمْ فِي مَسَـاكِنِ الَّذِينَ ظَلَمُواْ أَنفُسَهُمْ وَتَبَيَّنَ لَكُمْ كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ وَضَرَبْنَا لَكُمُ الأَمْثَالَ
Mereka tiba bergegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedangkan mata mereka tidak berkedip-kedip, hati mereka kosong. Dan berikanlah peringatan kepada insan terhadap hari (yang pada waktu itu) tiba azhab kepada mereka, maka berkatalah orang yang zalim:”Ya Tuhan kami beri tangguhlah kepada kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, pasti kami akan memenuhi seruan-Mu dan akan mengikuti Rasul-Mu.
(Dikatakan kepada mereka):” Bukankah kau telah bersumpah dulu (di dunia), bahwa sekalipun kau tidak akan binasa? Dan kau telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah faktual bagimu bagaimana Kami telah berbuat kepada mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan”.
Dalam firman Allah tersebut terkandung makna bahwa Dia tidak pernah lupa apalagi lalai untuk memperlihatkan jawaban bagi orang yang berbuat zalim kepada sesamanya maupun dirinya sendiri. Telah digambarkan bahwasannya orang-orang yang zalim, kelak (di akhirat) akan tiba tergesa memenuhi panggilan Allah SWT untuk meminta kembali di dunia semoga mereka sanggup berbuat baik.
Namun, penyesalan semacam itu tidak ada gunanya bagi Allah SWT dan khususnya para umat muslim itu sendiri lantaran darul abadi bersifat abadi serta penyesalan di alam sana tidak akan ada gunanya. Jadi, sebagai muslim yang mengaku taat pada perintah Allah SWT, hendaknya kita jauh dari perbuatan keji semacam itu.
Keutamaan Doa Orang Teraniaya dalam Al Qur’an
Bagi Allah SWT tiada yang tidak mungkin. Beliau Maha Kuasa dan Maha Segalanya. Janji Allah kepada orang-orang yang teraniaya atau terzalimi sangat indah. Bahkan dikatakan bahwa Allah akan dengan bahagia hati segera menjabah doa kaum yang teraniaya tanpa syarat apapun. Begitu kiranya yang diriwayatkan Rasulullah SAW dalam Hadist sebagai berikut,“Takutlah kepada doa kaum yang teraniaya, lantaran tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”. (HR Bukhari)
Seperti yang tertera dalam firman Allah SWT, yang berbunyi
لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
Berikut Doa Orang Teraniaya Dan Terzalimi Dalam Al-Qur’an sanggup dilihat dalam Surat An-Naml Ayat 62, yang berbunyi:
أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الأرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ
Dari keduanya sanggup disimpulkan bahwa Allah SWT sangat tidak menyukai orang yang berbuat zalim. Bahkan menghalalkan kaum yang terzalimi ketika mereka mengucapkan doa jawaban kepada yang zalim kepada mereka. Dalam agama Islam, kiranya kita mengaku beriman maka penuhi kepercayaan itu dengan ketaqwaan.
Meskipun ketika kita nantinya akan menjadi orang yang terzalimi. Islam mengajarkan perbuatan baik untuk melawan zalim dan akan meruntuhkan segala dosa kita yaitu dengan cara memaafkan. Jadi, sebagai muslim yang baik perlu untuk kita mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari diantaranya ialah menghindari perbuatan zalim serta mengampuni mereka yang menzalimi.

Diijabah via nahimunkar.org
Demikian artikel informatif mengenai doa orang yang teraniaya dalam Al Qur’an, semoga membawa manfaat bagi kita semua. Serta semoga kita terhindar dari kata zalim dan selalu menerima sumbangan Allah. Amin
Sumber http://www.wajibbaca.com
Buat lebih berguna, kongsi: