Ustadz (bahasa Arab jamak , asatidz) ialah istilah yang sangat sering digunakan di Indonesia untuk panggilan kalangan orang yang dianggap pintar dan jago di bidang ilmu agama. Ustadz sejajar dengan istilah buya, kyai, da'i, mubaligh. Di sebagian pesantren, pengasuh/pimpinan pesantren disebut Ustadz. Di sebagian pesantren yang lain, ustadz statusnya di bawah kyai.
DAFTAR ISI
- Definisi dan Makna Ustadz
- Ustadz ialah Pakar Spesialis Tingkat Tinggi
- Makna Ustadz di Indonesia
- Pengertian Ustad di India, Pakistan dan Bangladesh
- ِAsal Mula kata Ustadz
PENGERTIAN DAN DEFINISI USTADZ
Sebenarnya, kata ustadz bukan orisinil bahasa Arab. Ia ialah kata ajami (non-Arab) persisnya bahasa Persia (Iran) yang kemudian dijadikan bahasa Arab (muarrob).[1]
Asal kata dari ustadz (أُستاذ) ialah ustad.
Dalam kamus Arab-Arab Al-Mu'jamul Wasith (المعجم الوسيط) kata ustadz mempunyai beberapa makna sebagai berikut:
الأُستاذ - أُستاذ:
الأُستاذ : المعلِّم .
و الأُستاذ الماهر في الصناعة يُعلِّمها غيرَه .
و الأُستاذ لقب علمي عالٍ في الجامعة . والجمع : أَساتذة ، وأَساتيذ
1. pengajar
2. orang yang jago dalam suatu bidang industri dan mengajarkan pada yang lain.
3. Julukan akademis level tinggi di universitas.
Jamaknya ialah asatidzah dan asatiidz.
USTADZ ADALAH PAKAR SPESIALIS TINGKAT TINGGI
Pengertian lain dari kata ustadz ialah orang yang sangat jago dalam suatu bidang.
Menurut pengertian ini, maka seseorang tidak pantas disebut Ustadz kecuali apabila ia mempunyai keahlian dari 18 atau 12 ilmu atau bidang studi. Dalam sastra Arab ibarat ilmu nahwu, shorof, bayan, badi', ma'ani, adab, mantiq, kalam, perilaku, ushul fiqih, tafsir. hadits.[2]
Konon, orang pertama yang menerima gelar ustadz ialah Kafur Al Ikhsyidi Al Isfirayini.
Di negara Arab, istilah ustadz merujuk pada dosen atau ahli/akademisi yang mempunyai kepakaran di bidang tertentu. Seperti pakar tafsir dikatakan الأستاذ في التفسير
PENGERTIAN DAN PEMAKAIAN NAMA USTADZ DI INDONESIA
Sedang di Indonesia, ibarat disebut di muka, kata ustadz merujuk pada banyak istilah yang terkait dengan orang yang mempunyai kemampuan ilmu agama dan bersikap serta berpakaian layaknya orang alim. Baik kemampuan riil yang dimilikinya sedikit atau banyak.
Orang yang disebut ustadz antara lain: da'i, mubaligh, penceramah, guru ngaji Quran, guru madrasah diniyah, guru ngaji kitab di pesantren, pengasuh/pimpinan pesantren (biasanya pesantren modern).
PENGERTIAN USTAD DI INDIA, PAKISTAN DAN BANGLADESH
Kata ustad (tanpa karakter 'z' juga cukup terkenal digunakan di India, Pakistan dan Bangladesh (dulu ketiga negara ini berjulukan Hindustan). Namun dengan konotasi makna yang berbeda.
Di ketiga negara tersebut, ustad lebih dikenal sebagai master or maestro yaitu orang yang mempunyai keahlian khusus tertentu terutama di bidang seni. Baik seni sastra atau musik. Dan umumnya beragama Islam sedang yang Hindu biasanya disebut Pandit (pundit). Tidak semua pemusik sanggup kehormatan menerima julukan ustad. Beberapa seniman yang menerima julukan ustad di India dan Pakistan antara lain:
Ustad Salamat Ali Khan, Ustad Nusrat Fateh Ali Khan, Ustad Talib Hussain Pakhawaji, Ustad Muhammad Hussain Alvi, Ustad Tafo Khan, dll.
ASAL MULA KATA USTADZ
Dr. Ali Jasim Salman dalam kitab Mausuah al-Akhta' al-Lughawiyah as-Syai'ah (موسوعة الأخطاء اللغوية الشائعة) menguraikan sebagai berikut: kata ustadz (Arab, أستاذ) berasal dari bahasa Persia klasik yang dalam bahasa Persia (Iran) ditulis istad (Persia, إستاد). Dari segi arti ia mendekati kata khwaja (خواجة) sebuah kata bahasa Parsi yang bermakna pengajar, tuan, atau orang tua.
Menurut suatu pendapat, asal penyebutan "ustadz" berasal dari dongeng sejarah di mana kalangan elit suatu komunitas tertentu mendidik belum dewasa mereka secara private dengan mendatangkan para pengajar ke istana mereka. Ketika mereka kuatir akan istri-istri mereka takut berselingkuh dengan para guru private ini, maka mereka mengebiri guru privat tersebut biar hati mereka damai ketika para guru itu memasuki rumah mereka. Orang yang dikebiri dalam bahasa kaum tersebut ialah 'ustadz'. Seiring berjalannya waktu, maka setiap guru diberi julukan sebagai orang yang dikebiri. Saat praktik itu tidak terjadi lagi ketika ini, maka julukan 'ustadz' lah yang digunakan ketika ini.
Namun Al-Khaffaji dalam Shifa al-Ghalil fima fi Kalam al-Arab min ad-Adakhil tidak sependapat dengan perkiraan di atas. Ia menyatakan: Kata ustadz dengan makna "orang yang dikebiri" tidak ada dalam kosa kata para jago bahasa maupun kalangan awam di masa Jahili (pra Islam). Karena ustadz mengajar anak kecil dengan honor tinggi.
Kata ustadz tidak terdapat dalam syair Jahili atau masa pra Islam dan bukanlah bahasa Arab. Ia berasal dari bahasa Persia. Semua karakter dalam ustadz ialah bentuk asal. Seandainya ia berasal dari bahasa Arab, pasti karakter asalnya ialah astadza ( أستـَذ) ikut wazan fu'lal ( فُعلال ) bukan dari satadza ( سَتـَذ َ). Apabila tidak, pasti ia ikut wazan af'al (أفعالا). Ini tidak ada dalam bahasa Arab. Penduduk Irak memakainya alasannya ialah korelasi mereka dengan bangsa Parsi (Iran). Lalu mereka pindah ke Teluk dan Suriah kemudian ke belahan negara Arab yang lain.
Istilah ustadz kemudian dimaknai secara umum sebagai profesi tenaga jago ibarat jago hukum, pengacara di pengadilan di mana profesi ini setingkat dengan level pengajar di perguruan tinggi.
Kata ustadz tidak ada bentuk muannats (bentuk perempuan) alasannya ialah ia bukan sifat. Jadi, yang benar ialah kata ustadz digunakan untuk pria dan wanita
Muhammad Al-Murtadha Az-Zubaidi dalam kitab Tajul Arus min Jawahiril Qamus menyatakan: Guru kami menjelaskan perihal kata ustadz. Kata ini berasal dari kata yang terkenal yang harus dijelaskan walaupun ia bukan berasal dari bahasa Arab. Huruf hamzah yang menjadi asal telah menciptakan penulis buku As-Syihab Al-Fayyumi memasukkannya dalam daftar karakter hamza. Ia mengatakan, ustadz ialah kata non-Arab (ajami); maknanya ialah orang yang jago di bidang tertentu.
Menurut Al-Hafidz Abul Khattab bin Dihya dalam kitab Al-Muttarib fi Ash'ari Ahlil Maghrib demikian: Ustadz bukan kata bahasa Arab dan tidak terdapat di syair Jahiliyah. Masyarakat awam menggunakan kata ini apabila mereka mengagungkan orang yang disuka mereka menyebutnya dengan ustadz ibarat orang yang jago dengan pekerjaannya. Karena ketika ia mendidik belum dewasa maka seolah-olah ia seorang ustadz alasannya ialah kebaikan perilakunya. Segolongan jago di Baghdad mengisahkan hal ini pada saya salah satunya ialah Abul Faraj bin Al-Jauzi. Dia berkata: Saya mendengar dari guru bahasaku Abu Manshur Al-Jawaliq dalam kitabnya Al-Mu'arrob.
==================
[1] Lihat kitab [اللامع العزيزي شرح ديوان المتنبي لأبي العلاء المعرّي] hal. 1/27
[2] Lihat kitab [المعرّب للجواليقي] hal. 25.
Sumber https://www.alkhoirot.net
Di negara Arab, istilah ustadz merujuk pada dosen atau ahli/akademisi yang mempunyai kepakaran di bidang tertentu. Seperti pakar tafsir dikatakan الأستاذ في التفسير
PENGERTIAN DAN PEMAKAIAN NAMA USTADZ DI INDONESIA
Sedang di Indonesia, ibarat disebut di muka, kata ustadz merujuk pada banyak istilah yang terkait dengan orang yang mempunyai kemampuan ilmu agama dan bersikap serta berpakaian layaknya orang alim. Baik kemampuan riil yang dimilikinya sedikit atau banyak.
Orang yang disebut ustadz antara lain: da'i, mubaligh, penceramah, guru ngaji Quran, guru madrasah diniyah, guru ngaji kitab di pesantren, pengasuh/pimpinan pesantren (biasanya pesantren modern).
PENGERTIAN USTAD DI INDIA, PAKISTAN DAN BANGLADESH
Kata ustad (tanpa karakter 'z' juga cukup terkenal digunakan di India, Pakistan dan Bangladesh (dulu ketiga negara ini berjulukan Hindustan). Namun dengan konotasi makna yang berbeda.
Di ketiga negara tersebut, ustad lebih dikenal sebagai master or maestro yaitu orang yang mempunyai keahlian khusus tertentu terutama di bidang seni. Baik seni sastra atau musik. Dan umumnya beragama Islam sedang yang Hindu biasanya disebut Pandit (pundit). Tidak semua pemusik sanggup kehormatan menerima julukan ustad. Beberapa seniman yang menerima julukan ustad di India dan Pakistan antara lain:
Ustad Salamat Ali Khan, Ustad Nusrat Fateh Ali Khan, Ustad Talib Hussain Pakhawaji, Ustad Muhammad Hussain Alvi, Ustad Tafo Khan, dll.
ASAL MULA KATA USTADZ
Dr. Ali Jasim Salman dalam kitab Mausuah al-Akhta' al-Lughawiyah as-Syai'ah (موسوعة الأخطاء اللغوية الشائعة) menguraikan sebagai berikut: kata ustadz (Arab, أستاذ) berasal dari bahasa Persia klasik yang dalam bahasa Persia (Iran) ditulis istad (Persia, إستاد). Dari segi arti ia mendekati kata khwaja (خواجة) sebuah kata bahasa Parsi yang bermakna pengajar, tuan, atau orang tua.
Menurut suatu pendapat, asal penyebutan "ustadz" berasal dari dongeng sejarah di mana kalangan elit suatu komunitas tertentu mendidik belum dewasa mereka secara private dengan mendatangkan para pengajar ke istana mereka. Ketika mereka kuatir akan istri-istri mereka takut berselingkuh dengan para guru private ini, maka mereka mengebiri guru privat tersebut biar hati mereka damai ketika para guru itu memasuki rumah mereka. Orang yang dikebiri dalam bahasa kaum tersebut ialah 'ustadz'. Seiring berjalannya waktu, maka setiap guru diberi julukan sebagai orang yang dikebiri. Saat praktik itu tidak terjadi lagi ketika ini, maka julukan 'ustadz' lah yang digunakan ketika ini.
Namun Al-Khaffaji dalam Shifa al-Ghalil fima fi Kalam al-Arab min ad-Adakhil tidak sependapat dengan perkiraan di atas. Ia menyatakan: Kata ustadz dengan makna "orang yang dikebiri" tidak ada dalam kosa kata para jago bahasa maupun kalangan awam di masa Jahili (pra Islam). Karena ustadz mengajar anak kecil dengan honor tinggi.
Kata ustadz tidak terdapat dalam syair Jahili atau masa pra Islam dan bukanlah bahasa Arab. Ia berasal dari bahasa Persia. Semua karakter dalam ustadz ialah bentuk asal. Seandainya ia berasal dari bahasa Arab, pasti karakter asalnya ialah astadza ( أستـَذ) ikut wazan fu'lal ( فُعلال ) bukan dari satadza ( سَتـَذ َ). Apabila tidak, pasti ia ikut wazan af'al (أفعالا). Ini tidak ada dalam bahasa Arab. Penduduk Irak memakainya alasannya ialah korelasi mereka dengan bangsa Parsi (Iran). Lalu mereka pindah ke Teluk dan Suriah kemudian ke belahan negara Arab yang lain.
Istilah ustadz kemudian dimaknai secara umum sebagai profesi tenaga jago ibarat jago hukum, pengacara di pengadilan di mana profesi ini setingkat dengan level pengajar di perguruan tinggi.
Kata ustadz tidak ada bentuk muannats (bentuk perempuan) alasannya ialah ia bukan sifat. Jadi, yang benar ialah kata ustadz digunakan untuk pria dan wanita
Muhammad Al-Murtadha Az-Zubaidi dalam kitab Tajul Arus min Jawahiril Qamus menyatakan: Guru kami menjelaskan perihal kata ustadz. Kata ini berasal dari kata yang terkenal yang harus dijelaskan walaupun ia bukan berasal dari bahasa Arab. Huruf hamzah yang menjadi asal telah menciptakan penulis buku As-Syihab Al-Fayyumi memasukkannya dalam daftar karakter hamza. Ia mengatakan, ustadz ialah kata non-Arab (ajami); maknanya ialah orang yang jago di bidang tertentu.
Menurut Al-Hafidz Abul Khattab bin Dihya dalam kitab Al-Muttarib fi Ash'ari Ahlil Maghrib demikian: Ustadz bukan kata bahasa Arab dan tidak terdapat di syair Jahiliyah. Masyarakat awam menggunakan kata ini apabila mereka mengagungkan orang yang disuka mereka menyebutnya dengan ustadz ibarat orang yang jago dengan pekerjaannya. Karena ketika ia mendidik belum dewasa maka seolah-olah ia seorang ustadz alasannya ialah kebaikan perilakunya. Segolongan jago di Baghdad mengisahkan hal ini pada saya salah satunya ialah Abul Faraj bin Al-Jauzi. Dia berkata: Saya mendengar dari guru bahasaku Abu Manshur Al-Jawaliq dalam kitabnya Al-Mu'arrob.
==================
[1] Lihat kitab [اللامع العزيزي شرح ديوان المتنبي لأبي العلاء المعرّي] hal. 1/27
[2] Lihat kitab [المعرّب للجواليقي] hal. 25.
Sumber https://www.alkhoirot.net
Buat lebih berguna, kongsi: