
KURSUS BAHASA ARAB PRAKTIS. Bagi yang berminat berguru bahasa Arab dan sudah membaca karakter Arab, maka kursus bahasa Arab di bawah ini sanggup bermanfaat untuk anda. Apa yang akan anda pelajari di sini bukanlah tatabahasa atau grammatika, tapi eksklusif pada bagaimana cara berbicara bahasa Arab dengan baik sedikit demiki sedikit dari yang paling sederhana hingga berbicara panjang. Tahapan proses ini jikalau terus diikuti insyaAllah akan menciptakan anda sanggup berbicara bahasa Arab secara belajar sendiri alias tanpa guru. Untuk mempelajari gramatika bahasa Arab dasar dari kitab Ajurumiyah, lihat: Terjemah Kitab Ajurumiyah
DAFTAR PELAJARAN
- PELAJARAN PERTAMA: INI هَـٰذَا
- PELAJARAN KEDUA: ITU ذَلِكَ
- PELAJARAN KETIGA: KALIMAT DENGAN AL ل
- PELAJARAN KEEMPAT: PREPOSISI (KATA DEPAN)
- CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM
PELAJARAN PERTAMA لدَّرْسُ الأول
Pengantar - مُقَدِّمَةٌ
Kalimat Berita
1. هَـٰذَا بَيْتٌ Ini rumah
2. هَـٰذَا بَابٌ Ini pintu
3. هَـٰذَا مَسْجِدٌ Ini masjid
4. هَـٰذَا كِتَابٌ Ini buku.
5. هَـٰذَا مِفْتَاحٌ Ini kunci
6. هَـٰذَا كُرْسِىٌّ Ini kursi
7. هَـٰذَا قَلَمٌ Ini pena
8. هَـٰذَا مَكْتَبٌ Ini meja
9. هَـٰذَا سَرِيرٌ Ini kawasan tidur
Pada pecahan 1 Pelajaran Pertama هَـٰذَا بَيْتٌ. kita berguru bagaimana menggunakan kata depan هَـٰذَا yang berarti 'Ini'. Kata kedua ialah بَيْتٌ yang bermakna rumah. H\
Hafalkan kata-kata di atas dengan keras.
Kalimat Tanya
مَا هَـٰذَا؟ Apa ini?
Pada pecahan ini kita akan berguru kalimat tanya مَا هَـٰذَا؟ yang bermakna "Apa ini". Kita akan menjawab pertanyaan dengan frasa yang telah dipelajari pada pecahan sebelumnya, yakni hadza / هَـٰذَا.
Kita juga akan mempelajari frasa أَهَـٰذَا.....؟ artinya "Apakah ini ...?", teladan أَهَـٰذَا بَيْتٌ؟ artinya "Apakah ini rumah?".
Selain itu, kita akan mempelajari kata untuk Iya dan Tidak dalam bahasa Arab untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Kata Iya dalam bahasa Arab ialah نَعَمْ, dan kata untuk Tidak dalam bahasa Arab ialah لا.
TANYA | JAWAB
1. مَا هَـٰذَا؟ Apa ini? هَـٰذَا بَيْتٌ. Ini rumah
2. مَا هَـٰذَا؟ Apa ini? هَـٰذَا قَمِيصٌ. Ini baju.
3. أَهَـٰذَا مِفْتَاحٌ؟ Apakah ini kunci? لا، هَـٰذَا قَلَمٌ. Tidak ini pena.
4. أَهَـٰذَا بَيْتٌ؟ Apakah ini rumah? نَعَمْ، هَـٰذَا بَيْتٌ. Ya, ini rumah.
5. أَهَـٰذَا سَرِيرٌ؟ Apakah ini kawasan tidur? لا، هَـٰذَا كُرْسِيٌّ Tidak, ini kursi.
6. مَا هَـٰذَا؟ Apa ini? هَـٰذَا نَجْمٌ Ini bintang.
مَنْ هَـٰذَا؟ Siapa ini?
Pada pecahan ini kita akan membahas frasa مَنْ هَـٰذَا؟ yang artinya 'Siapa ini?'. Lalu kita akan jawab pertanyaan dan berguru beberapa kata lain.
1. مَنْ هَـٰذَا؟ Siapa ini? هَـٰذَا طَبِيبٌ. Ini dokter.
2. مَنْ هَـٰذَا؟ Siapa ini? هَـٰذَا وَلَدٌ. Ini anak.
3. مَنْ هَـٰذَا؟ Siapa ini? هَـٰذَا رَجُلٌ. Ini laki-laki.
4. مَنْ هَـٰذَا؟ Siapa ini? هَـٰذَا تَاجِرٌ. Ini pedagang
5. هَـٰذَا مُدَرَّسٌ Ini guru
6. هـٰذا طبيب Ini dokter
7. هـٰذا منديل. Ini saputangan
مَا هَـٰذَا؟ Apa ini?
هَـٰذَا كَلْبٌ. Ini anjing
هَـٰذَا قِطٌّ. Ini kucing
هَـٰذَا حِمَارٌ. Ini keledai
هَـٰذَا حِصَانٌ. Ini kuda
هَـٰذَا دِيكٌ Ini ayam jantan
هَـٰذَا جَمَلٌ Ini unta
PELAJARAN KEDUA الدَّرْسُ الثَّانِي
Itu ... ذَلِكَ
Pengantar - مُقَدِّمَةٌ
Pada pecahan 1 Pelajaran Kedua kita mempelajari kata benda ذَلِكَ yang bermakna 'Itu' (dalam tata bahasa Arab disebut isim isyaroh, Inggris: demonstrative pronoun). Dzalika digunakan untuk merujuk pada obyek yang jauh sedangkan hadza digunakan untuk merujuk pada obyek yang lebih dekat.
مَا ذَلِكَ؟. Apa itu? ذَلِكَ نَجْمٌ. Itu bintang
مَا هَـٰذَا وَمَا ذَلِكَ؟ Apa ini dan apa itu? هَـٰذَا مَسْجِدٌ وَذلِكَ بَيْتٌ. Ini masjid dan itu rumah.
مَا هَـٰذَا وَمَا ذَلِكَ؟ Apa ini dan apa itu? هَـٰذَا حِصَانٌ وَذلِكَ حِمارٌ. Ini kuda dan itu keledai.
أَذَلِكَ كَلْبٌ؟ Apa itu anjing? لا، ذَلِكَ قِطٌٌ Tidak, itu kucing.
مَا ذَلِكَ؟ Apa itu? ذَلِكَ سَرِيرٌ Itu kawasan tidur.
مَنْ هَـٰذَا وَمَنْ ذَلِكَ؟ Siapa ini dan siapa itu? هَـٰذَا مُدَرَّسٌ وَذَلِكَ إِِمَامٌ. Ini guru dan itu imam.
مَا ذَلِكَ؟ Apa itu? ذَلِكَ حَجَرٌ Itu batu.
مَا هَـٰذَا وَمَا ذَلِكَ؟ Apa ini dan apa itu? هَـٰذَا سُكَّرٌ وَذَلِكَ لَبَنٌ. Ini gula dan itu susu.
Baca dan tulis اِقْرَأْ وَاكْتُبْ
هَـٰذَا سُكَّرٌ وَذَلِكَ لَبَنٌ
مَنْ ذَلِكَ؟ ذَلِكَ إِمَامٌ.
أَذَلِكَ قِطٌّ؟ لا،ذَلِكَ كَلْبٌ.
مَا هَـٰذَا؟ هَـٰذَا حَجَرٌ
PELAJARAN KETIGA - الدَّرْسُ الثَّالِثُ
Pengantar - مُقَدِّمَةٌ
بَيْتٌ menjadi الْبَيْتُ
قَلَمٌ menjadi الْقَلَمُ
كِتَابٌ menjadi الْكِتَابُ
مَسْجِدٌ menjadi الْمَسْجِدُ
Kalimat dengan أل /al/
Hafalkan kalimat di bawah
الْقَلَمُ مَكْسُورٌ. Pensil/pena itu patak.
الْبَابُ مَفْتُوحٌ. Pintu itu terbuka
الْوَلَدُ جَالِسٌ وَالْمُدَرَّسُ وَاقِفٌ. Anak itu duduk sedang guru itu berdiri.
الْكِتَابُ جَدِيدٌ وَالْقَلَمُ قَدِيمٌ. Kitab itu baru. Pena itu lama.
اَلْحِمَارُ صَغِيرٌ وَالْحِصَانُ كَبِيرٌ. Keledai itu kecil. Kuda itu besar.
الْكُرْسِيٌّ مَكْسُورٌ Kursi rusak / patah.
الْمِنْدِيلُ وَسِخٌ Saputangan kotor
الْمَاءُ بَارِدٌ. Air itu dingin
الْقَمَرُ جَمِيلٌ Bulan itu indah.
الْبَيْتُ قَرِيبٌ وَالْمَسْجِدُ بَعِيدٌ. Rumah itu dekat, masjid itu jauh
حَجَرُ ثَقِيلٌ وَالْوَرَقُ خَفِيفٌ. Batu itu berat, keras itu ringan
اللَّبَنُ حَارٌّ Susu itu panas
الْقَمِيصُ نَظِيفٌ Baju itu bersih.
Huruf Qomariyah (bulan) dan karakter Syamsiyah (Matahari) اَلْحُرُوفُ الْقَمَرِيَّةُ وَالْحُرُوفُ الشَّمْسِيَّة
Pada pecahan ini kita akan mempelajari kosakata gres dan kita juga akan mempelajari hukum terkait dengan karakter qomariyah dan karakter syamsiyah. Yang terpenting harus dipahami dengan hukum ini ialah ini mengatur pengucapan bahasa Arab dan bukan penulisan.
Bahasa Arab mempunyai 28 huruf. 14 karakter disebut syamsiyah (matahari), dan 14 yang lain disebut karakter bulan (qomariyah). Dalam artikulasi karakter Matahari (Syamsiyah), ujung pengecap terlibat di dalamnya menyerupai pada t, n, r, s, dll. Ujuang pengecap tidak memainkan tugas apapun dalam artikulasi Huruf Bulan (Qomariyah) menyerupai pada b, w, m, k, dll.
Apabila /alif lam/ 'al' ditaruh di kata benda yang diawali dengan karakter Matahari, maka 'l' dari 'al' digabungkan pada Huruf Mathari, contoh, al-shamsu (matahari) dibaca /ash-shamsu/.
Tidak ada perubahan dalam penulisan kata َلشَّمْسُ. Penggabungan atau asimiliasi itu ditandai dengan /tashdid/ pada karakter pertama kata benda sesudah 'al'.
Asimilasi suara itu tidak terjadi pada Huruf Bulan, contoh, /al-qamaru/ (bulan) diucapkan /al-qamaru/ َلْقَمَرُ. Berikut beberapa teladan asimilasi karakter 'l' dari 'al' pada Huruf Matahari:
/al-najmu/ menjadi /an-najmu/
/al-raĵulu/ menjadi /ar-raĵulu/.
/al-dīku/ menjadi /ad-dīku/.
/al-samaku/ menjadi /as-samaku/.
Perlu dicatat bahwa ucapan 'a' pada 'al' itu diucapkan hanya apabila tidak diawali dengan kata lain. Apabila dimulai dengan sebuah kata maka pengucapan 'a' dibuang walaupun dalam goresan pena tetap ada, contoh, /wal-baitu/. Di sini 'a' dibuang dan kata itu dibaca /wal-baitu/ bukan /wa al-baitu/.
Huruf vowel awal a, i, u yang dibuang apabila diawali dengan suatu kata disebut /hamzah wasal/.
Kita telah mempelajari bahwa /tanwin/ merupakan artikel tidak niscaya dan sanggup diterjemahkan menjadi 'sebuah' contoh: بَيْتٌ berarti sebuah rumah. Aturan ini tidak berlaku pada kata sifat (ajektif) menyerupai مَفْتُوحٌ 'terbuka', dan مَكْسُورٌ 'rusak / patah'.
Revisi مُرَاجَعَةٌ
مُرَاجَعَةُ الْمُفْرَدَاتِ Revisi Kosakata
حُلْوٌ Manis
مَرِيضٌ Sakit
الدُّكَّانُ Toko
غَنِيٌّ Kaya
طَوِيلٌ Tinggi
فَقِيرٌ Miskin
قَصِيرٌ Pendek
التُفَّاحُ Apel
بَارِدٌ Dingin
حَارٌّ Panas
جَالِسٌ Duduk
وَاقِفٌ Berdiri
جَدِيدٌ Baru
قَدِيمٌ Lama
قَرِيبٌ Dekat
بَعِيدٌ Jauh
نَظِيفٌ Bersih
وَسِخٌ Kotor
صَغِيرٌ Kecil
كَبِيرٌ Besar
خَفِيفٌ Ringan
ثَقِيلٌ Berat
اَلْوَرَقُ Kertas
الْمَاءُ Air
جَمِيلٌ Indah, cantik
PELAJARAN KEEMPAT الدَّرْسُ الرَّابِعُ
Pengantar مُقَدِّمَةٌ
Pada pelajaran ini kita akan berguru hal-hal berikut:
(a) Aturan menggunakan preposisi atau kata depan (kata yang digunakan untuk menghubungkan dua tau lebih kata atau kalimat) dan empat preposisi paling umum.
عَلَىٰ atas
فِي di, di dalam, pada
إِلَىٰ ke, kepada
مِنْ dari
(b) Aturan untuk menggunakan ungkapan interogatif yaitu kalimat yang digunakan untuk menanyakan pertanyaan, dan beberapa kata bertanya seperti:
أَيْنَ Di mana
أَ Apakah
مَاذَا Apakah
مَنْ Siapa
(c) Kata ganti
أَنَا Saya
أَنْتَ Kamu laki-laki
أَنْتِ Kamu perempuan
هُوَ Dia laki-laki
هِيَ Dia perempuan.
(d) Perbedaan antara kata maskulin dan feminin, dan pungtuasi (pemberian tanda baca) dan tiga cara merubah kata benda maskulin menjadi feminin.
خَالِدُ menjadi خَالِدَةُ dengan menambah ة /ta' marbutho/
أَقْصَٰ menjadi أَقْصَىٰ dengan menambah ىٰ /alif maqshuroh/
أَسْمَ menjadi أَسْمَاءُ dengan menambah اءُ / alif mamdudah/
(e) Perbedaan antara kalimat nominal (dimulai asalnya dengan kata benda, Arab: Jumlah Ismiyah جملة إسمية) dan kalimat verbal (dimulai asalnya dengan kata kerja, Arab: Jumlah Fi'liyah جملة فعلية)
Contoh Kalimat Nominal (Jumlah Ismiyah)
أَحْمَدُ ذَهَبَ إِلَىٰ الْجَامِعَةِ. Ahmad pergi ke universitas
Contoh Kalimat Verbal (Jumlah Fi'liyah)
ذَهَبَ أَحْمَدُ إِلَىٰ الْجَامِعَةِ (Terjemah literal: Pergi Ahmad ke kampus)
Status الإعْرَابُ
Bagian penting dari bahasa ialah mempelajari tata bahasa. Gramatika ialah kajian perihal bagaimana kata-kata berkumpul untuk membentuk kalimat. Sebagai contoh, kita sanggup berguru bahwa:
Dalam bahasa Arab, sebuah kata ditulis berbeda untuk masa kemudian dibanding masa depan. Ini berbeda dengan bahasa Indonesia.
Dalam bahasa Arab, sebuah kata yang merujuk pada seseorang sanggup berbeda tergantung pada genetika (laki-laki atau perempuan) dari orang yang disebut. Sekali lagi, ini berbeda dengan bahasa Indonesia yang tidak mengenal perbedaan gender dalam bahasa.
Dalam bahasa Arab, kalimat yang mulai dengan kata kerja menyerupai lari, makan, minum, mempunyai hukum yang berbeda dibanding kalimat yang diawali dengan kata benda obyek, kawasan atau sesuatu menyerupai kucing, pintu, orang.
Contoh-contoh di atas terkesan mudah, tapi akan lebih sulit untuk memahami gramatika pada tahapan berikutnya lantaran ia menjadi pecahan penting bahasa dan akan menjadi lebih rumit khususnya terkait dengan kata kerja bahasa Arab. Penekanan kita hendaknya terfokus pada hukum - menyerupai apa yang akan terjadi pada setiap situasi dan setiap kali suatu terma digunakan untuk setiap hukum akan menjadi lebih mudah.
Hal ini hendaknya lebih diseimbangkan dengan perjuangan untuk menambah kosakata dan pemahaman umum atas bahasa Arab. Dengan cara memahami struktur bahasa secara bertahap, bertahap bagaimana setiap gramatika berafiliasi satu sama lain.
Status (I'rab) kata benda dalam Bahasa Arab
Kata benda dalam gramatika bahasa Arab mempunya tiga Status atau i'rob yang disebut nominatif (marfu'), akusatif (mansub), dan genitif (majrur / khafad)
Sesuatu akan mengakibatkan suatu kata berada dalam salah satu Status atau i'rab. Sebagai contoh, di mana kalimat dimulai dengan subyek kata benda, maka kata benda itu akan berada dalam status nominatif (marfuk)
Kata yang berada pada status tertentu akan mempunyai konsekuensi. Dalam setiap status, karakter terakhir sebuah kata akan berubah dengan harkat (vowel) yang berbeda - teladan apabila kata benda dalam status genitif (majrur) yang disebabkan oleh hukum tertentu, maka karakter final dari kata benda itu akan berubah dari dhammah menjadi kasrah (ini dengan perkiraan apabila kata itu tidak menggunakan harkat yang sama sebelumnya apabila demikian maka tidak akan terjadi perubahan).
Ringkasan status dan harkat yang digunakan untuk setiap status (i'rab):
Kata dalam status nominatif (marfu') akan diakhiri (asalnya) dengan harkat dhommah atau dhommatain (dhommah dengan tanwin).
Kata dalam status akusatif (manshub) akan berakhir (asalnya) dengan harkat fathah atau fathatain (fathah dengan tanwin)
Kata dalam status genitif (majrur) akan berakhir (asalnya) dalam harkat kasrah atau kasratain (kasrah dengan tanwin).
Pada tahpa ini ialah penting memahami prinsip bahwa terdapat sejumlah penyebab atas perubahan kata pada status tertentu dan konsekuensi kata dalam status tertentu - teladan perubahan format atau final dari kata.
Aturan atas apa yang mengakibatkan kata berada dalam status (i'rab) tertentu dan konsekuensi apa yang timbul dalam setiap status akan dibahas pada pelajaran selanjutnya.
Sumber https://www.alkhoirot.net
مَا هَـٰذَا وَمَا ذَلِكَ؟ Apa ini dan apa itu? هَـٰذَا مَسْجِدٌ وَذلِكَ بَيْتٌ. Ini masjid dan itu rumah.
مَا هَـٰذَا وَمَا ذَلِكَ؟ Apa ini dan apa itu? هَـٰذَا حِصَانٌ وَذلِكَ حِمارٌ. Ini kuda dan itu keledai.
أَذَلِكَ كَلْبٌ؟ Apa itu anjing? لا، ذَلِكَ قِطٌٌ Tidak, itu kucing.
مَا ذَلِكَ؟ Apa itu? ذَلِكَ سَرِيرٌ Itu kawasan tidur.
مَنْ هَـٰذَا وَمَنْ ذَلِكَ؟ Siapa ini dan siapa itu? هَـٰذَا مُدَرَّسٌ وَذَلِكَ إِِمَامٌ. Ini guru dan itu imam.
مَا ذَلِكَ؟ Apa itu? ذَلِكَ حَجَرٌ Itu batu.
مَا هَـٰذَا وَمَا ذَلِكَ؟ Apa ini dan apa itu? هَـٰذَا سُكَّرٌ وَذَلِكَ لَبَنٌ. Ini gula dan itu susu.
Baca dan tulis اِقْرَأْ وَاكْتُبْ
هَـٰذَا سُكَّرٌ وَذَلِكَ لَبَنٌ
مَنْ ذَلِكَ؟ ذَلِكَ إِمَامٌ.
أَذَلِكَ قِطٌّ؟ لا،ذَلِكَ كَلْبٌ.
مَا هَـٰذَا؟ هَـٰذَا حَجَرٌ
PELAJARAN KETIGA - الدَّرْسُ الثَّالِثُ
Pengantar - مُقَدِّمَةٌ
بَيْتٌ menjadi الْبَيْتُ
قَلَمٌ menjadi الْقَلَمُ
كِتَابٌ menjadi الْكِتَابُ
مَسْجِدٌ menjadi الْمَسْجِدُ
Kalimat dengan أل /al/
Hafalkan kalimat di bawah
الْقَلَمُ مَكْسُورٌ. Pensil/pena itu patak.
الْبَابُ مَفْتُوحٌ. Pintu itu terbuka
الْوَلَدُ جَالِسٌ وَالْمُدَرَّسُ وَاقِفٌ. Anak itu duduk sedang guru itu berdiri.
الْكِتَابُ جَدِيدٌ وَالْقَلَمُ قَدِيمٌ. Kitab itu baru. Pena itu lama.
اَلْحِمَارُ صَغِيرٌ وَالْحِصَانُ كَبِيرٌ. Keledai itu kecil. Kuda itu besar.
الْكُرْسِيٌّ مَكْسُورٌ Kursi rusak / patah.
الْمِنْدِيلُ وَسِخٌ Saputangan kotor
الْمَاءُ بَارِدٌ. Air itu dingin
الْقَمَرُ جَمِيلٌ Bulan itu indah.
الْبَيْتُ قَرِيبٌ وَالْمَسْجِدُ بَعِيدٌ. Rumah itu dekat, masjid itu jauh
حَجَرُ ثَقِيلٌ وَالْوَرَقُ خَفِيفٌ. Batu itu berat, keras itu ringan
اللَّبَنُ حَارٌّ Susu itu panas
الْقَمِيصُ نَظِيفٌ Baju itu bersih.
Huruf Qomariyah (bulan) dan karakter Syamsiyah (Matahari) اَلْحُرُوفُ الْقَمَرِيَّةُ وَالْحُرُوفُ الشَّمْسِيَّة
Pada pecahan ini kita akan mempelajari kosakata gres dan kita juga akan mempelajari hukum terkait dengan karakter qomariyah dan karakter syamsiyah. Yang terpenting harus dipahami dengan hukum ini ialah ini mengatur pengucapan bahasa Arab dan bukan penulisan.
Bahasa Arab mempunyai 28 huruf. 14 karakter disebut syamsiyah (matahari), dan 14 yang lain disebut karakter bulan (qomariyah). Dalam artikulasi karakter Matahari (Syamsiyah), ujung pengecap terlibat di dalamnya menyerupai pada t, n, r, s, dll. Ujuang pengecap tidak memainkan tugas apapun dalam artikulasi Huruf Bulan (Qomariyah) menyerupai pada b, w, m, k, dll.
Apabila /alif lam/ 'al' ditaruh di kata benda yang diawali dengan karakter Matahari, maka 'l' dari 'al' digabungkan pada Huruf Mathari, contoh, al-shamsu (matahari) dibaca /ash-shamsu/.
Tidak ada perubahan dalam penulisan kata َلشَّمْسُ. Penggabungan atau asimiliasi itu ditandai dengan /tashdid/ pada karakter pertama kata benda sesudah 'al'.
Asimilasi suara itu tidak terjadi pada Huruf Bulan, contoh, /al-qamaru/ (bulan) diucapkan /al-qamaru/ َلْقَمَرُ. Berikut beberapa teladan asimilasi karakter 'l' dari 'al' pada Huruf Matahari:
/al-najmu/ menjadi /an-najmu/
/al-raĵulu/ menjadi /ar-raĵulu/.
/al-dīku/ menjadi /ad-dīku/.
/al-samaku/ menjadi /as-samaku/.
Perlu dicatat bahwa ucapan 'a' pada 'al' itu diucapkan hanya apabila tidak diawali dengan kata lain. Apabila dimulai dengan sebuah kata maka pengucapan 'a' dibuang walaupun dalam goresan pena tetap ada, contoh, /wal-baitu/. Di sini 'a' dibuang dan kata itu dibaca /wal-baitu/ bukan /wa al-baitu/.
Huruf vowel awal a, i, u yang dibuang apabila diawali dengan suatu kata disebut /hamzah wasal/.
Kita telah mempelajari bahwa /tanwin/ merupakan artikel tidak niscaya dan sanggup diterjemahkan menjadi 'sebuah' contoh: بَيْتٌ berarti sebuah rumah. Aturan ini tidak berlaku pada kata sifat (ajektif) menyerupai مَفْتُوحٌ 'terbuka', dan مَكْسُورٌ 'rusak / patah'.
Revisi مُرَاجَعَةٌ
مُرَاجَعَةُ الْمُفْرَدَاتِ Revisi Kosakata
حُلْوٌ Manis
مَرِيضٌ Sakit
الدُّكَّانُ Toko
غَنِيٌّ Kaya
طَوِيلٌ Tinggi
فَقِيرٌ Miskin
قَصِيرٌ Pendek
التُفَّاحُ Apel
بَارِدٌ Dingin
حَارٌّ Panas
جَالِسٌ Duduk
وَاقِفٌ Berdiri
جَدِيدٌ Baru
قَدِيمٌ Lama
قَرِيبٌ Dekat
بَعِيدٌ Jauh
نَظِيفٌ Bersih
وَسِخٌ Kotor
صَغِيرٌ Kecil
كَبِيرٌ Besar
خَفِيفٌ Ringan
ثَقِيلٌ Berat
اَلْوَرَقُ Kertas
الْمَاءُ Air
جَمِيلٌ Indah, cantik
PELAJARAN KEEMPAT الدَّرْسُ الرَّابِعُ
Pengantar مُقَدِّمَةٌ
Pada pelajaran ini kita akan berguru hal-hal berikut:
(a) Aturan menggunakan preposisi atau kata depan (kata yang digunakan untuk menghubungkan dua tau lebih kata atau kalimat) dan empat preposisi paling umum.
عَلَىٰ atas
فِي di, di dalam, pada
إِلَىٰ ke, kepada
مِنْ dari
(b) Aturan untuk menggunakan ungkapan interogatif yaitu kalimat yang digunakan untuk menanyakan pertanyaan, dan beberapa kata bertanya seperti:
أَيْنَ Di mana
أَ Apakah
مَاذَا Apakah
مَنْ Siapa
(c) Kata ganti
أَنَا Saya
أَنْتَ Kamu laki-laki
أَنْتِ Kamu perempuan
هُوَ Dia laki-laki
هِيَ Dia perempuan.
(d) Perbedaan antara kata maskulin dan feminin, dan pungtuasi (pemberian tanda baca) dan tiga cara merubah kata benda maskulin menjadi feminin.
خَالِدُ menjadi خَالِدَةُ dengan menambah ة /ta' marbutho/
أَقْصَٰ menjadi أَقْصَىٰ dengan menambah ىٰ /alif maqshuroh/
أَسْمَ menjadi أَسْمَاءُ dengan menambah اءُ / alif mamdudah/
(e) Perbedaan antara kalimat nominal (dimulai asalnya dengan kata benda, Arab: Jumlah Ismiyah جملة إسمية) dan kalimat verbal (dimulai asalnya dengan kata kerja, Arab: Jumlah Fi'liyah جملة فعلية)
Contoh Kalimat Nominal (Jumlah Ismiyah)
أَحْمَدُ ذَهَبَ إِلَىٰ الْجَامِعَةِ. Ahmad pergi ke universitas
Contoh Kalimat Verbal (Jumlah Fi'liyah)
ذَهَبَ أَحْمَدُ إِلَىٰ الْجَامِعَةِ (Terjemah literal: Pergi Ahmad ke kampus)
Status الإعْرَابُ
Bagian penting dari bahasa ialah mempelajari tata bahasa. Gramatika ialah kajian perihal bagaimana kata-kata berkumpul untuk membentuk kalimat. Sebagai contoh, kita sanggup berguru bahwa:
Dalam bahasa Arab, sebuah kata ditulis berbeda untuk masa kemudian dibanding masa depan. Ini berbeda dengan bahasa Indonesia.
Dalam bahasa Arab, sebuah kata yang merujuk pada seseorang sanggup berbeda tergantung pada genetika (laki-laki atau perempuan) dari orang yang disebut. Sekali lagi, ini berbeda dengan bahasa Indonesia yang tidak mengenal perbedaan gender dalam bahasa.
Dalam bahasa Arab, kalimat yang mulai dengan kata kerja menyerupai lari, makan, minum, mempunyai hukum yang berbeda dibanding kalimat yang diawali dengan kata benda obyek, kawasan atau sesuatu menyerupai kucing, pintu, orang.
Contoh-contoh di atas terkesan mudah, tapi akan lebih sulit untuk memahami gramatika pada tahapan berikutnya lantaran ia menjadi pecahan penting bahasa dan akan menjadi lebih rumit khususnya terkait dengan kata kerja bahasa Arab. Penekanan kita hendaknya terfokus pada hukum - menyerupai apa yang akan terjadi pada setiap situasi dan setiap kali suatu terma digunakan untuk setiap hukum akan menjadi lebih mudah.
Hal ini hendaknya lebih diseimbangkan dengan perjuangan untuk menambah kosakata dan pemahaman umum atas bahasa Arab. Dengan cara memahami struktur bahasa secara bertahap, bertahap bagaimana setiap gramatika berafiliasi satu sama lain.
Status (I'rab) kata benda dalam Bahasa Arab
Kata benda dalam gramatika bahasa Arab mempunya tiga Status atau i'rob yang disebut nominatif (marfu'), akusatif (mansub), dan genitif (majrur / khafad)
Sesuatu akan mengakibatkan suatu kata berada dalam salah satu Status atau i'rab. Sebagai contoh, di mana kalimat dimulai dengan subyek kata benda, maka kata benda itu akan berada dalam status nominatif (marfuk)
Kata yang berada pada status tertentu akan mempunyai konsekuensi. Dalam setiap status, karakter terakhir sebuah kata akan berubah dengan harkat (vowel) yang berbeda - teladan apabila kata benda dalam status genitif (majrur) yang disebabkan oleh hukum tertentu, maka karakter final dari kata benda itu akan berubah dari dhammah menjadi kasrah (ini dengan perkiraan apabila kata itu tidak menggunakan harkat yang sama sebelumnya apabila demikian maka tidak akan terjadi perubahan).
Ringkasan status dan harkat yang digunakan untuk setiap status (i'rab):
Kata dalam status nominatif (marfu') akan diakhiri (asalnya) dengan harkat dhommah atau dhommatain (dhommah dengan tanwin).
Kata dalam status akusatif (manshub) akan berakhir (asalnya) dengan harkat fathah atau fathatain (fathah dengan tanwin)
Kata dalam status genitif (majrur) akan berakhir (asalnya) dalam harkat kasrah atau kasratain (kasrah dengan tanwin).
Pada tahpa ini ialah penting memahami prinsip bahwa terdapat sejumlah penyebab atas perubahan kata pada status tertentu dan konsekuensi kata dalam status tertentu - teladan perubahan format atau final dari kata.
Aturan atas apa yang mengakibatkan kata berada dalam status (i'rab) tertentu dan konsekuensi apa yang timbul dalam setiap status akan dibahas pada pelajaran selanjutnya.
Sumber https://www.alkhoirot.net
Buat lebih berguna, kongsi: