MAKAN DAGING ULAR TANPA SENGAJA
Assalamualaikum Wr Wb
saya ingin bertanya wacana aturan makanan, kejadiannya menyerupai ini, seorang sobat membawakan sebuah masakan yang ia bilang yakni ayam, akan tetapi sesudah saya makan satu suap dan sudah tertelan ia gres bilang bahwa daging yang saya makan yakni daging ular yang sudah terperinci keharamannya,
1. kemudian apakah aturan dari masakan itu?
2. Dan pada insiden itu saya pulang dan mencoba memuntahkan dengan sengaja tetapi hanya keluar sedikit sebab sebelum makan daging ular itu saya sudah makan masakan lain yang tidak mengecewakan banyak, apa yang saya lakukan sudah benar ? kerena saya sangat takut dengan eksekusi memakan masakan haram maka 40 hari ibadah tidak diterima Allah , mohon penjelasannya
TOPIK KONSULTASI ISLAM
JAWABAN
1. Tidak apa-apa kalau tidak sengaja. Nabi bersabda dalam hadis riwayat Tabrani dalam Al-Ausath: ["وضع عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه] Artinya: Umatku dimaafkan dari tiga dosa: Kesalahan (tanpa sengaja), lupa, dipaksa
2. Tidak perlu berusaha memuntahkan. Cukup membersihkan verbal anda saja.
___________________
WAS-WAS SAAT RAMADHAN
assalamualaikum wr wb
1. saya ingin bertanya, apakah penyakit was was bisa tiba pada ketika bulan ramadhan? sebab waktu ramadhan ketika saya berfikir dan merenungi kebesaran Allah, secara tidak terduga saya berfikir yang tidak - tidak menyerupai terlintas wacana dzat Allah, dan saya buru - buru minta ampun.
Assalamualaikum Wr Wb
saya ingin bertanya wacana aturan makanan, kejadiannya menyerupai ini, seorang sobat membawakan sebuah masakan yang ia bilang yakni ayam, akan tetapi sesudah saya makan satu suap dan sudah tertelan ia gres bilang bahwa daging yang saya makan yakni daging ular yang sudah terperinci keharamannya,
1. kemudian apakah aturan dari masakan itu?
2. Dan pada insiden itu saya pulang dan mencoba memuntahkan dengan sengaja tetapi hanya keluar sedikit sebab sebelum makan daging ular itu saya sudah makan masakan lain yang tidak mengecewakan banyak, apa yang saya lakukan sudah benar ? kerena saya sangat takut dengan eksekusi memakan masakan haram maka 40 hari ibadah tidak diterima Allah , mohon penjelasannya
TOPIK KONSULTASI ISLAM
- MAKAN DAGING ULAR TANPA SENGAJA
- WAS-WAS SAAT RAMADHAN
- AYAH KEWALAHAN MEMBIAYAI PUTRI DAN MENANTUNYA
- BANYAK HUTANG
- MEMAKAI SALIB DAN MENGAKU KRISTEN APAKAH MURTAD?
- MENYIMPAN UANG DIBANK TANPA MENGAMBIL BUNGANYA
- CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM
JAWABAN
1. Tidak apa-apa kalau tidak sengaja. Nabi bersabda dalam hadis riwayat Tabrani dalam Al-Ausath: ["وضع عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه] Artinya: Umatku dimaafkan dari tiga dosa: Kesalahan (tanpa sengaja), lupa, dipaksa
2. Tidak perlu berusaha memuntahkan. Cukup membersihkan verbal anda saja.
___________________
WAS-WAS SAAT RAMADHAN
assalamualaikum wr wb
1. saya ingin bertanya, apakah penyakit was was bisa tiba pada ketika bulan ramadhan? sebab waktu ramadhan ketika saya berfikir dan merenungi kebesaran Allah, secara tidak terduga saya berfikir yang tidak - tidak menyerupai terlintas wacana dzat Allah, dan saya buru - buru minta ampun.
2. kedua, ketika saya shalat saya berusaha untuk fokus dalam melafalkan bacaan, namun kerap kali juga secara tiba - tiba saya berfikiran yang tidak - tidak menyerupai menghina, mencela, dsb. dan hal tsb juga terjadi ketika ramadhan. saya mohon solusi yang terbaik. simpulan kata
wassalamualaikum wr wb
JAWABAN
1. Penyakit was was bisa tiba kapan saja baik bulan rahmat atau di bulan yang lain. Walaupun setan dibelenggu pada bulan Ramadan, tapi penyebab was-was bukan hanya setan. Manusia juga termasuk pembuat was-was. Dan termasuk insan yakni diri kita sendiri.
2. Selagi kita fokus dan berusaha khusyuk dalam shalat, maka itu sudah baik. Bahwa terkadang kita tidak khusyuk dan berfikir kemana-mana, maka itu yakni manusiawi. Teruslah berlatih dan membiasakan diri untuk khusyuk ketika shalat. Usaha itu sendiri sudah dihargai oleh Allah walaupun tidak selalu berhasil.
___________________
AYAH KEWALAHAN MEMBIAYAI PUTRI DAN MENANTUNYA
Assalamualaikum Wr Wb,
Ustadz saya ingin bertanya, jikalau dalam suatu keluarga ada seorang anak wanita yang sudah menikah yaitu abang saya, tetapi dalam kehidupan sehari-hari dari sisi finansial sang ayah lah yang membiayai kehidupan sehari-hari, sampai-sampai mengontrak rumah sampai-sampai harus meminjam uang dari bank yang sejatinya uang tersebut yakni berasal dari dan riba, dan sang ayah lah yang menanggung semua biaya hidup anak dan suami dari sang anak bahkan cucunya, tidak jarang ketika sang anak dan suaminya mempunyai hutang ayahnya yang membayar, sang suami terlihat tidak mau berusaha untuk mencari pekerjaan yang lebih bbaik dan terlihat sangat bergantung kepada sang mertua (ayah dari suaminya) bagaimanakah Islam memandang hal ini dan bagaimana aturan dari perbuatan yang dilakukan anak dan mertuanya?
Hal ini yang keluarga saya alami, saya terus terang murung Ustadz, jikalau ayah saya harus diperlakukan menyerupai itu, sejatinya seorang anak wanita yang sudah menikah dan suaminya harus lebih bertanggung jawab, saya merasa ayah saya terlalu baik dengan membiarkan hal ini berlarut-larut. Padahal saya percaya kesepakatan Allah, Allah tidak akan merubah kondisi suatu makhluk jikalau ia mau berusaha, tetapi yang saya lihat abang saya dan suaminya selalu menyusahkan ayah saya.
Saya berusaha berbaik sangka, mungkin ini memang ujian buat mereka, namun tampaknya mereka sendiri tidak mau berusaha.
Mohon dijawab Ustadz, terima kasih banyak.
JAWABAN
Kalau abang dan ipar anda tidak punya rasa tenggang rasa pada ayah, maka sudah waktunya ayah bersikap tegas. Yaitu dengan cara melepaskan diri dari membantu mereka dan biarkan mereka berusaha untuk hidup dengan kerja keras. Sikap ayah anda yang kurang tegas dan cenderung memanjakan anak dan menantu padahal ia tidak bisa harus anda ingatkan bahwa itu bukan cara yang baik untuk mendidik putri dan menantunya. Kalau anda tidak bisa menasihati ayah, mintalah tolong pada orang lain yang dihormati ayah.
___________________
BANYAK HUTANG
kepala rumah tangga dulunya terlalu berani ber hutang lebih dari 2 tempat, setelaha pendapan berkurang, beban anak semakin besar , biaya hidup dengan 6 orang yang ditanggung semakin tinggi balasannya honor tetap saja untuk bayar utang nga cukup..tambahan penghasilan ngag ada........
1. mohon derma mengatasi dilema ini jawaban sangat di tunggu
JAWABAN
1. Hiduplah secara sederhana, kurangi gaya hidup yang tidak perlu dan kerja keras untuk menutup hutang. Sambil kerja keras, jangan lupa berdoa setiap shalat lima waktu. Baca doa dari Rasulullah biar supaya diberi jalan yang lancar dan cepat lunas hutang. Doanya lihat di sini. https://www.youtube.com/watch?v=1gHZRAvHkQ8
___________________
MEMAKAI SALIB DAN MENGAKU KRISTEN APAKAH MURTAD?
Assalamualaikum ustad.
Saya R dari Gresik. Sebelum ke pertanyaan Saya ingin bercerita sedikit. Kaprikornus begini, dulu waktu masih cukup umur saya pernah menggunakan kalung salib, waktu itu saya ikut ikutan Dan menganggap itu keren. Saya juga ikut merayakan natal Dan pernah berbohong saya Katolik untuk tujuan tertentu. Tapi saya masih sholad Dan mengerjakan ibadah menyerupai biasa. Saya sudah memohon ampun kepada Allah.
1. Apakah saya ini murtad ustad?
2. Apa yang harus saya lakukan?
Terima kasih.
JAWABAN
1. Karena anda sudah meratapi perbuatan itu maka anda insyaAllah masih seorang muslim.
2. Lakukan taubat nasuha dengan melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan syariah. Baca detail: Cara Taubat Nasuha
___________________
MENYIMPAN UANG DIBANK TANPA MENGAMBIL BUNGANYA
Asslamaulaikum wr wb
saya ingin bertanya sedikit wacana perbankan dan riba
1. Saya mengetahui bank konvensional hukumnya haram, tapi bagaimana hukumnya seorang muslim yang menabung di bank konvensional tanpa mengambil bunga dari uang tabungnya apakah haram ,
2. dan setiap muslim diharuskan menabung di bank syariah ?
3. Hukum barang yang dibeli dengan Kredit melalui Bank yang sudah niscaya ada bunganya, status barang tersebut haram atau halal ?
JAWABAN
1. Kalau untuk menabung saja tanpa mengambil bungannya maka hukumnya tidak haram.
2. Idealnya seperati itu.
3. Dalam kredit terdapat uang halal yakni uang pokok dan uang haram yakni bunga. Barang yang dibeli menjadi syubhat kalau mengikuti pendapat yang mengharamkan. Dan halal kalau mengikuti pendapat yang menghalalkan bank konvensional (deailnya lihat artikel di bawah).
Baca detail:
- Hukum Bank Konvensional dalam Islam
- Hukum Bank Syariah Islam
- Hukum Kredit Barang, Motor, Mobil
Sumber https://www.alkhoirot.net
wassalamualaikum wr wb
JAWABAN
1. Penyakit was was bisa tiba kapan saja baik bulan rahmat atau di bulan yang lain. Walaupun setan dibelenggu pada bulan Ramadan, tapi penyebab was-was bukan hanya setan. Manusia juga termasuk pembuat was-was. Dan termasuk insan yakni diri kita sendiri.
2. Selagi kita fokus dan berusaha khusyuk dalam shalat, maka itu sudah baik. Bahwa terkadang kita tidak khusyuk dan berfikir kemana-mana, maka itu yakni manusiawi. Teruslah berlatih dan membiasakan diri untuk khusyuk ketika shalat. Usaha itu sendiri sudah dihargai oleh Allah walaupun tidak selalu berhasil.
___________________
AYAH KEWALAHAN MEMBIAYAI PUTRI DAN MENANTUNYA
Assalamualaikum Wr Wb,
Ustadz saya ingin bertanya, jikalau dalam suatu keluarga ada seorang anak wanita yang sudah menikah yaitu abang saya, tetapi dalam kehidupan sehari-hari dari sisi finansial sang ayah lah yang membiayai kehidupan sehari-hari, sampai-sampai mengontrak rumah sampai-sampai harus meminjam uang dari bank yang sejatinya uang tersebut yakni berasal dari dan riba, dan sang ayah lah yang menanggung semua biaya hidup anak dan suami dari sang anak bahkan cucunya, tidak jarang ketika sang anak dan suaminya mempunyai hutang ayahnya yang membayar, sang suami terlihat tidak mau berusaha untuk mencari pekerjaan yang lebih bbaik dan terlihat sangat bergantung kepada sang mertua (ayah dari suaminya) bagaimanakah Islam memandang hal ini dan bagaimana aturan dari perbuatan yang dilakukan anak dan mertuanya?
Hal ini yang keluarga saya alami, saya terus terang murung Ustadz, jikalau ayah saya harus diperlakukan menyerupai itu, sejatinya seorang anak wanita yang sudah menikah dan suaminya harus lebih bertanggung jawab, saya merasa ayah saya terlalu baik dengan membiarkan hal ini berlarut-larut. Padahal saya percaya kesepakatan Allah, Allah tidak akan merubah kondisi suatu makhluk jikalau ia mau berusaha, tetapi yang saya lihat abang saya dan suaminya selalu menyusahkan ayah saya.
Saya berusaha berbaik sangka, mungkin ini memang ujian buat mereka, namun tampaknya mereka sendiri tidak mau berusaha.
Mohon dijawab Ustadz, terima kasih banyak.
JAWABAN
Kalau abang dan ipar anda tidak punya rasa tenggang rasa pada ayah, maka sudah waktunya ayah bersikap tegas. Yaitu dengan cara melepaskan diri dari membantu mereka dan biarkan mereka berusaha untuk hidup dengan kerja keras. Sikap ayah anda yang kurang tegas dan cenderung memanjakan anak dan menantu padahal ia tidak bisa harus anda ingatkan bahwa itu bukan cara yang baik untuk mendidik putri dan menantunya. Kalau anda tidak bisa menasihati ayah, mintalah tolong pada orang lain yang dihormati ayah.
___________________
BANYAK HUTANG
kepala rumah tangga dulunya terlalu berani ber hutang lebih dari 2 tempat, setelaha pendapan berkurang, beban anak semakin besar , biaya hidup dengan 6 orang yang ditanggung semakin tinggi balasannya honor tetap saja untuk bayar utang nga cukup..tambahan penghasilan ngag ada........
1. mohon derma mengatasi dilema ini jawaban sangat di tunggu
JAWABAN
1. Hiduplah secara sederhana, kurangi gaya hidup yang tidak perlu dan kerja keras untuk menutup hutang. Sambil kerja keras, jangan lupa berdoa setiap shalat lima waktu. Baca doa dari Rasulullah biar supaya diberi jalan yang lancar dan cepat lunas hutang. Doanya lihat di sini. https://www.youtube.com/watch?v=1gHZRAvHkQ8
___________________
MEMAKAI SALIB DAN MENGAKU KRISTEN APAKAH MURTAD?
Assalamualaikum ustad.
Saya R dari Gresik. Sebelum ke pertanyaan Saya ingin bercerita sedikit. Kaprikornus begini, dulu waktu masih cukup umur saya pernah menggunakan kalung salib, waktu itu saya ikut ikutan Dan menganggap itu keren. Saya juga ikut merayakan natal Dan pernah berbohong saya Katolik untuk tujuan tertentu. Tapi saya masih sholad Dan mengerjakan ibadah menyerupai biasa. Saya sudah memohon ampun kepada Allah.
1. Apakah saya ini murtad ustad?
2. Apa yang harus saya lakukan?
Terima kasih.
JAWABAN
1. Karena anda sudah meratapi perbuatan itu maka anda insyaAllah masih seorang muslim.
2. Lakukan taubat nasuha dengan melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan syariah. Baca detail: Cara Taubat Nasuha
___________________
MENYIMPAN UANG DIBANK TANPA MENGAMBIL BUNGANYA
Asslamaulaikum wr wb
saya ingin bertanya sedikit wacana perbankan dan riba
1. Saya mengetahui bank konvensional hukumnya haram, tapi bagaimana hukumnya seorang muslim yang menabung di bank konvensional tanpa mengambil bunga dari uang tabungnya apakah haram ,
2. dan setiap muslim diharuskan menabung di bank syariah ?
3. Hukum barang yang dibeli dengan Kredit melalui Bank yang sudah niscaya ada bunganya, status barang tersebut haram atau halal ?
JAWABAN
1. Kalau untuk menabung saja tanpa mengambil bungannya maka hukumnya tidak haram.
2. Idealnya seperati itu.
3. Dalam kredit terdapat uang halal yakni uang pokok dan uang haram yakni bunga. Barang yang dibeli menjadi syubhat kalau mengikuti pendapat yang mengharamkan. Dan halal kalau mengikuti pendapat yang menghalalkan bank konvensional (deailnya lihat artikel di bawah).
Baca detail:
- Hukum Bank Konvensional dalam Islam
- Hukum Bank Syariah Islam
- Hukum Kredit Barang, Motor, Mobil
Sumber https://www.alkhoirot.net
Buat lebih berguna, kongsi: