Pondok Pesantren Tremas Pacitan Jawa Timur

Pondok Pesantren Tremas Pacitan Jawa Timur Pondok Pesantren Tremas Pacitan Jawa Timur


Sejarah profil biodata ponpes pontren Pondok Pesantren Tremas Pacitan yang didirikan oleh KH. Abdul Manan pada tahun 1830 M dengan tipe pesantren salafiyah. Pesantren tertua di Pacitan Jawa Timur.

    DAFTAR ISI
  1. Sejarah Pesantren Tremas
  2. Kyai Pengasuh Pimpinan Ponpes Tremas
  3. Sistem Pendidikan Pondok Tremas
  4. Biaya dan Pendaftaran Santri Baru


SEJARAH AWAL PENDIRIAN PESANTREN TREMAS

Setelah Bagus Darso (nama kecil KH. Abdul Manan) menuntaskan pelajarannya di Pondok Tegalsari Ponorogo, dia lantas mendirikan pondok di kawasan Semanten [2km arah utara kota Pacitan], Namun dikemudian hari pondok tersebut alhasil dipindah ke Tremas.

Usaha pertama kali yang dilakukan untuk membangun tempat pengajian sudah barang tentu mendirikan sebuah masjid (terletak agak ke sebelah timur dari masjid yang sekarang). Dan sesudah santri-santri dari jauh yang sebagian berasal dari bekas santri-santrinya di Semanten mulai berdatangan, maka dibangunlah sebuah asrama pondok di sebelah selatan masjid. Sudah barang tentu keadaan masjid dan asrama pondok pada waktu itu masih sangat sederhana sekali, atapnya masih memakai daun ilalang dan kerangka lainnya masih banyak yang memakai materi dari bambu.

Perkembangan Pondok Tremas pada masa itu sumber dananya diperoleh dari mertuanya, yaitu Demang Tremas Raden Ngabehi Honggowijoyo, sebab membangun pondok ialah memang merupakan tujuan utama dari Raden Ngabehi Honggowijoyo untuk mengambil Bagus Darso sebagai menantu.

Demikianlah sedikit sejarah berdirinya Pondok Tremas yang dipelopori oleh dia KH. Abdul Manan pada tahun 1830 M


KYAI PENGASUH PIMPINAN PONPES TREMAS

Pondok Pesantren Tremas Pacitan Jawa Timur Pondok Pesantren Tremas Pacitan Jawa Timur

1. KH. Abdul Manan (pengasuh/pendiri)1830-1862
2. KH. Abdulloh (putra KH. Abdul Manan) 1862-1894
3. Kyai Muhammad Zaed (menantu KH. Abdul Manan)
4. KH. Dimyathie 1894-1934
5. KH. Muhammad Bakri
6. KH. Abdurrozaq
8. KH. Hamid (putra KH. Dimyathie)1934-1948
9. KH. Fuad Habib Dimyathi "Gus Fuad" (putra KH. Habib Dimyathi)
10. KH. Haris Dimyathie
11. KH. Hasyim Ikhsan
12. KH. Luqman Hakim "Gus Luqman" (putra KH. Haris Dimyathi)
13. KH. Mahrus Hasyim "Gus Mahrus" (putra KH. Hasyim Ihsan)

Profil KH.Abdul Manan, Pendiri Pertama Pondok Tremas
Setelah membicarakan perihal sejarah singkat ddirikanya Pondok Tremas, alangkah baiknya kita lebih mengenal sosok pendiri Pertama Pondok Tremas Pacitan, KH. Abdul Manan Dipomenggolo. sesudah hampir 200 tahun berlalu, terhitung semenjak tahun 1850-an, pada tahun 2010 salah seorang santri Pondok Tremas yang kini melanjutkan studi di Kairo Mesir dan kini tinggal di mesir menemukan beberapa dokumen penting dari Kedutaan Besar RI di Mesir yang bekerjasama dengan pendiri pertamanya yakni Simbah KH.Abdul Manan Dipomengolo. bahwa KH.Abdul Manan ialah salah satu generasi pertama orang indonesia yang pernah berguru di Universitas tertua di Dunia Universitas Al Azhar Kairo mesir pada sekitar tahun 1850an.

Berikut goresan pena dan gambar tempat Simbah KH.Abdul Manan pernah menimba Ilmu di Al Azhar Kairo Mesir.

Dalam buku Jauh dimata Dekat dihati Potret Hubungan Indonesia – Mesir terbitan KBRI Cairo 2010, di sebutkan bahwa komunitas pertama orang Indonesia di Mesir ialah KH.Abdul Manan Dipomenggolo Tremas, hal itu terbukti dengan adanya Ruwak ( hunian ) yang berjulukan Ruwak Jawi, di masjid Al-azhar, di masjid ini ada 4 Ruwak yang masih ada, Ruwak Jawi, Ruwak Atrak ( turki), Ruwak Syami (suria) dan Ruwak Maghorobah (Maroko), dia di Mesir sekitar tahun 1850 M, selama di Mesir dia bertemu dengan Grand Syeikh (Jabatan di atas Rektor) Ibrahim Al Bajuri, yaitu Grand Syeikh ke 19, jadi masuk akal saja jika tahun1860 an di Indonesia sudah ditemukan kitab Fath al-Mubin syarah dari kitab Umm al-Barahin yang merupakan kitab karangan Grand Syeikh Ibrahim Bajuri. (keterangan ini di ambil pada buku karangan Martin Van Bruinessen, seorang Orientalis yang lahir di Schoonhoven, Utrecht,Belanda).


SISTEM PENDIDIKAN PONPES TREMAS

Pondok pesantren Tremas mengadopsi sistem pendidikan salafiyah dan pendidikan formal. Detailnya sbb:

Jenjang

Masuk
:: Tahfidzul Qur'an --- ---
:: TK. Attarmasie 2 tahun Pagi
:: TPA Attarmasie 2 tahun Sore
:: Madrasah Dinniyah Salafiyah 3 tahun Sore
:: Madrasah Dinniyah Salafiyah Tk. Ist'dad 1 tahun Pagi/sore
:: Madrasah Dinniyah Salafiyah Tk. Mumtaz 1 tahun Pagi/sore
:: Madrasah Salafiyah Tingkat Tsanawiyah 3 tahun Pagi/sore
:: Madrasah Salafiyah Tingkat Aliyah 3 tahun Pagi
:: MTs Pondok Tremas 3 tahun Sore
:: MA Pondok Tremas 3 tahun Sore
:: Takhassus --- ---

:: Non Klasikal

:: Sema'an Al Qur'an
:: Pengajian wetonan, dilaksanakan setiap hari (kecuali hari libur) pada :
>>> Pagi : jam 05.30 s/d 06.15 Istiwa'
>>> Siang : jam 12.30 s/d 13.30 Istiwa'
>>> Malam : jam 19.30 s/d 20.30 Istiwa'
Adapun kitab yang dibaca antara lain :

Ihya’ Ulumuddin, Tafsair Jalalain, Tafsir ayatul ahkam, Tafsir Ibnu Abbas, Al Adzkar, Ta’limul Muta’alim, Kifayatul Ahyar, Dzurrotunnasikhin, Aljami’us Shoghir, Jawahirul Bukhori, Nihayatuzzain, Fatkhul Mu’in, dan lain sebagainya
:: Pengajian sorogan, setiap pagi pada jam 06.15 s/d 06.45 Istiwa’
:: Takror (belajar bersama) tiap malam pada jam 21.15 s/d 23.00 Istiwa’ bertempat dikelas masing-masing


BIAYA DAN PENDAFTARAN SANTRI BARU PONDOK TREMAS

PENDAFTARAN

1. PROSEDUR PENDAFTARAN
a. Mendaftarkan diri ditempat registrasi bersama orang tua/ wali
b. Mengisi formulir pendaftaran
c. Menyerahkan Fhotocopy STTB atau Ijazah terakhir
d. Menyerahkan Photo 3X4 sebanyak satu lembar
e. Orang bau tanah atau wali menyerahkan bimbingan kepada Pimpinan Pesantren dan Ketua Majlis Ma’arif Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan
f. Membayar manajemen pendaftaran
( Pendaftaran dibuka selama 1( satu ) tahun pelajaran
2. WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
a. Tempat registrasi di Kantor Sekretariat Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Jl. Patrem No.21 Tremas Arjosari Pacitan Jawa Timur
b. Waktu registrasi :
- Pagi : Pukul 08.00 – 11.00
- Malam : Pukul 20.00 – 21.00
3. UJIAN PENEMPATAN KELAS
Bagi santri gres Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan diberi kesempatan mengikuti ujian penempatan kelas dengan ketentuan Sebagai berikut :
a. Mendaftar sebelum tanggal 10 Muharram
b. Memiliki bekal ilmu pengetahuan keagamaan dasar, mencakup :Al-Qur’an , Tajwid, Nahwu, Shorof , Fiqih, Bahasa Arav dan Imla’.
c. Membayar manajemen Ujian Rp.30.000
d. Bagi yang belum memenuhi syarat akan ditempatkan menurut kualifikasinya ( kelas Isti’dat untuk lulusan SD/MI dan kelas Mumtaz untuk Lulusan MTs/SMP)

4. BIAYA PENDAFTARAN SANTRI BARU

a. Madrasah Sobahi Putra ( Mukim di asrama ) : Rp. 568.000
b. Madrasah Sobahi Putra ( Non Asrama ) : Rp. 528.500
c. Madrasah Masa’i Putri : Rp. 528.500
d. Madrasah Masa’i Putra ( Mukin Di Asrama ) : Rp. 568.000
e. Madrasah Masa’i Putri : Rp. 528.500
f. Ma’had Aly Al Tarmasi : Rp. 200.000

5. KEBUTUHAN POKOK SANTRI PERBULAN

a. Kost makan 3 X sehari : Rp. 140.000
b. Syahriah/ SPP Pondok : Rp. 50.000
c. Dana Asrama : Rp. 3500
d. Dana Ma’hadiyah : Rp.9000

Jumlah Total Satu Bulan : Rp.202.500

TRADISI PONDOK TREMAS

1.Ijtima’

Adalah kegiatan kumpul bareng seluruh santri di serambi masjid yang selalu dilakukan setiap akan ada even –even besar menyerupai imtihan,haflah,akhir tahun,atau acara-acara insidentil lain yang bersifat mendadak dengan tanda yang khas yaitu bunyi bel yang dipukul panjang bertalu-talu.

2. Nahun

Nahun yang disebut juga tirakat atau lelakon pertama kali dilakaukan oleh santrinya simbah guru dimyathi dimana pada dikala itu perkembangan pondok sangat pesat sehingga banyak santri yang tiba menuntut ilmu dari aneka macam penjuru nusantara,dan bahkan ada yang dating dari Negara tetangga.dengan letak pondok yang jauh dari kampong halaman mereka waktu itu,sementara alat transportasi juga belum ada sama sekali kecuali gerobak dan sejenisnya,dilakukanlah nahun dalam arti hakiki yaitu tekun berguru dan tidak keluar dari komplek pondok dalam jangka waktu 3 tahun ataupun 3 bulan dan 3 hari.mengenai jangka waktu pelaksanaan nahun gotong royong tidak ada patokanya dan hanyalah istilah,bahkan pondok pun tidak mengatur perihal hal ini.

3. Ziaroh

sebagaimana yang terjadi seluruh belahan dunia, ziaroh ialah salah satu wujud ta’dzim (hormat) kepada para Mu’assis (pendiri) pondok Tremas yang dilakukan oleh para santri setiap ba’da ashar ke Maqbaroh Gunung Lembu yang terletak sekitar 350 meter dari komplek pondok dan Maqbaroh Semanten yang terletak di sebuah bukit desa Semanten (dipinggiran kota Pacitan) pada setiap hari Kamis dan Jum’at. Namun begitu di Pondok Tremas ada satu tradisi unik yang sudah berjalan semenjak ratusan tahun yang lalu, yaitu setiap santri gres “diusahakan” sanggup routin berziarah ke Maqbaroh Gunung Lembu selama 41 hari berturut-turut tanpa putus. suatu kegiatan yang kelihatannya ringan dan gampang, namun pada prakteknya sangat sulit untuk mencapai sasaran tepat dari tradisi ini, ada saja kendalanya, menyerupai hujan, ketiduran, dan sebagainya.

4. Ngendil Berjamaah

inilah tradisi favorit santri Tremas setiap menyambut program seremonial tertentu di Pondok Tremas. ujudnya sanggup bermacam-macam, tergantung oleh situasi dan kondisi acaranya tersebut, ada yang perkelompok, asrama, kelas, dan lain sebagainya dengan bermacam-macam bentuk dan kepentingannya, bahkan puncaknya pada malam 1 Suro atau selesai tahun program ini diselenggarakan secara bersama-sama di komplek pondok oleh seluruh santri putra dan putri, dengan media yang sangat sederhana yaitu pelepah daun pisang sampai menciptakan komplek pondok Tremas persis menyerupai dapur umum

5. Ngipah

Ngipah atau ngirit pajekan dalam bahasa resmi pondok disebut diafah sudah berlangsung semenjak dulu kala di Pondok Tremas. orang yang pertama kali memberi nama atau sebutan ngipah ialah KH. Imron Rosyadi dari Bangil Pasuruan. Ketika masih mondok di Tremas, dia dikenal sebagai santri yang sangat humoris, dan dari kehumorisan beliaulah sebutan ngipa atau ngipah menjadi tradisi yang masih berlangsung di Pondok Tremas sampai kini

=====
Sumber:
pondokpesantren.net
pondoktremas.com
Sumber https://www.alkhoirot.net
Buat lebih berguna, kongsi:

Trending Kini:

close